Atraksi 400 Perahu Tanpa Awak Memukau Penonton di Festival Jong Raja 2026

by
by
banner 468x60

Isukota.com, Tanjungpinang – Perairan Pantai Jong Raja, Tanjung Siambang, Dompak, tampak begitu indah dan memukau saat dihiasi ratusan perahu layar tanpa awak yang berlayar mengikuti hembusan angin. Gelaran Festival Jong Raja 2026 mencapai puncaknya pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, dan menyedot perhatian masyarakat luas.

Sebanyak 400 perahu Jong sukses tampil memukau para penonton yang memadati pesisir pantai. Kompetisi tradisi khas masyarakat pesisir Kepulauan Riau ini diikuti oleh 30 tim yang datang dari berbagai wilayah di seluruh Provinsi Kepri. Para peserta saling beradu ketangkasan melayarkan perahu Jong yang murni mengandalkan kekuatan hembusan angin, tanpa bantuan tenaga mesin maupun pengemudi.

Dalam ajang bergengsi ini, terdapat tiga kategori yang diperebutkan oleh para peserta, yaitu kategori Jong Besar, Jong Sedang, dan Jong Kecil. Pemenang dari masing-masing kategori berhak membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan dan piala bergilir sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan serta dedikasi mereka dalam melestarikan tradisi luhur masyarakat Kepulauan Riau.

Gafar, selaku penggagas acara sekaligus pengelola Pantai Jong Raja, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran pelaksanaan acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Ia mengaku sempat merasa ragu ketika pertama kali merencanakan festival yang digelar secara mandiri atas inisiatif masyarakat ini.

“Alhamdulillah, event yang digelar selama tiga hari ini berjalan dengan sangat lancar. Antusiasme peserta terlihat luar biasa besar, mereka datang dari berbagai daerah di seluruh Kepulauan Riau. Demikian pula penonton yang hadir memadati tepian pantai dalam jumlah yang sangat ramai,” ujar Gafar di lokasi acara pada Minggu siang.

Berbeda dari penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap digagas dan didorong oleh pemerintah daerah, terselenggaranya festival mandiri kali ini justru bermula dari dorongan kuat para pencinta dan komunitas perahu Jong. Mereka merindukan terselenggaranya kompetisi tingkat daerah yang kompetitif di tahun 2026 ini.

Sebagai seorang pengrajin sekaligus pecinta budaya Melayu Kepulauan Riau, Gafar menaruh harapan yang sangat besar agar tradisi permainan rakyat yang berharga ini tidak tergerus oleh derasnya arus perkembangan zaman dan era digitalisasi yang kian masif di kalangan generasi muda saat ini.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dapat terlibat lebih aktif dan mengambil peran besar dalam menjadikan Pacu Jong sebagai agenda pariwisata rutin yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanjungpinang dan Kepulauan Riau pada umumnya. Dukungan pemerintah dinilai sangat diperlukan agar tradisi ini tetap lestari dan terus berkembang.

“Kami menaruh harapan besar agar pemerintah daerah mengambil peran lebih dalam pelestarian perahu Jong dengan mengagendakan berbagai event berkala. Jika dikemas dengan apik dan terencana, ini bukan tidak mungkin dapat memutar roda perekonomian masyarakat serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Tanjungpinang,” pungkas Gafar dengan penuh harap.

Festival Jong Raja 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal yang digali dari kearifan nenek moyang tetap memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat, dan layak untuk terus dijaga, dikembangkan, serta dipromosikan kepada dunia. (Man)

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.